Viral, Video Pembongkaran Chip KTP Elektronik yang Disebutkan Bisa Melacak Seseorang, Ini Klarifikasi Dukcapil thumbnail

KOMPAS.com – Unggahan video terkait pembongkaran chip dari KTP elektronik yang disebutkan dapat dipergunakan pihak kepolisian untuk melacak eksistensi seseorang ramai di software TikTok.

Unggahan terkait pembongkaran chip di KTP-el tersebut salah satunya diunggah oleh akun TikTok @sultanerickprabu.

“Ayo duetin#robekktpanda ##360HKFoodMoments,” tulisnya sambil menawarkan aksi pembongkaran KTP.

Baca juga: Viral, Video Kenyataan Langit Berwarna-warni Disebut Pelangi Barah, Apa Itu?

Sampai Jumat (12/2/2021) siang, unggahan tersebut telah dikomentari lebih dari 3.000 kali, dan disukai lebih dari 23.000 pengguna

Selain akun tersebut, akun lain yakni @cutmuliaqey juga membagikan hal serupa.

“Jadi ini yg kalian yg kalian resahkan?? heh!! #tiktokofficialindonesia #viral #fyp? #fypdongggg #fyp,” tulisnya sembari menawarkan aksinya membongkar chip menggunakan pisau.

Postingan tersebut sampai Jumat (12/2/2021) siang juga telah disukai lebih dari 10.000 pengguna dan dikomentari lebih dari 1.500 komentar.

Baca juga: Viral, Foto Masker Berlogo Spesifik Tunarungu, Apa Adalah dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

@cutmuliaqey

jadi ini yg kalian yg kalian resahkan?? heh!! ##tiktokofficialindonesia ##viral ##fyp? ##fypdongggg ##fyp

? fashioned sound – Rafi Amonk

Majemuk komentar pun muncul terkait video tersebut.

Lantas, benarkan berita tersebut?

Klarifikasi Dukcapil

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, dalam KTP elektronik memang terdapat chip yang terletak di sekitar lapisan keempat.

Namun ia menegaskan, chip KTP tersebut hanya berfungsi menyimpan records KTP elektronik saja dan tidak berisikan chip yang dapat dipergunakan untuk melacak lokasi seseorang.

” Chip yang ada dalam KTP-el hanya berisi records kependudukan,” ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Simak, Ini Cara Registrasi SIM Secara On-line

Selain itu, records kependudukan tersebut, imbuhnya hanya mampu dibuka dengan card reader atau kerja sama antara lembaga pengguna dengan Forum Direktorat Dukcapil.

“Di dalam KTP elektronik tidak ada chip lain yang berisi modul-lain, misalnya untuk menyadap bunyi, untuk mengikuti seseorang. Nir ada. Aku pastikan hanya berisi satu chip saja yang berisi records kependudukan. Karena itu KTP kita aman. Silakan dibawa ke mana pun. Karena itu ialah identitas kita sebagai warga negara,” imbuh dia.

Zudan pun menyayangkan aksi pembongkaran KTP elektronik yang ada dalam unggahan video tersebut.

“Jangan merusak KTP elektronik karena itu ialah dokumen yang penting bagi anda sendiri,” kata dia.

Baca juga: 10 Negara dengan Paspor Terkuat dan Terlemah di Global 2021

Klarifikasi pihak kepolisian

Apabila KTP tersebut rusak, imbuhnya maka yang direpotkan ialah diri sendiri.

“Jika rusak harus membuat lagi ke Dukcapil. Blangkonya terbatas dan sedang pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Ad interim itu, Kepala Dispendukcapil Kota Yogyakarta Lucy Irawati menambahkan, chip yang berada di KTP elektronik tersebut tidak dapat dilihat eksklusif oleh mata dan hanya dapat dilihat dengan bantuan alat khusus.

Baca juga: Djoko Tjandra Masuk Indonesia, Urus KTP, Lalu Keluar Indonesia Lagi, Kok Mampu?

Terkait dengan records-records yang ada dalam chip tersebut dipastikan aman.

“Data-records yang ada dalam chip ini aman dan inkrepsi (terkunci) tidak sembarangan dapat dibaca dan bukan untuk melacak eksistensi seseorang,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (12/2/2021).

Hal senada juga diungkapkan oleh Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono.

Menurutnya penyebutan chip di KTP elektronik yang dipergunakan untuk melacak seseorang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Hal itu tidak benar (tidak untuk melacak seseorang),” ujarnya singkat ketika dihubungi terpisah, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Viral, Video Bocah Ngamuk dan Banting Motor Ketika Akan Ditilang Polisi di Kalsel

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Polemik e-KTP Warga Negara Asing