KOMPAS.com – Sebuah unggahan video yang menggambarkan suasana salah satu sudut Jakarta malam hari, viral dan perbincangan pengguna Twitter.

Keramaian di Twitter berawal dari akun @MelindaAghnia yang mengunggah ulang video dari Tiktok, kemudian menambahkan keterangan ‘Jakarta rasa Seoul’.

Baca juga: Video Viral Benda Bergerak di Kolam Bundaran HI, Ini Klarifikasi Dinas Landskap DKI

Unggahan itu disambut warganet dengan beragam komentar. Mulai dengan membandingkan kesenjangan pembangunan di Jakarta, polusi, promosi pemerintah, sampai saturasi video.

Jakarta rasa milo pic.twitter.com/Dtvse0JfuO

— mas err (@bu_the_awan) January 24, 2021

Also Jakarta rasa Kongo pic.twitter.com/aM2jCHRFoL

— Juragan ???????? (@MJ_Hanzen) January 24, 2021

Ini juga seperti Seoul waktu masi di jajah Jepang pic.twitter.com/SmyVArvSgm

— jodi nurrafi (@Jodi_Nurrafi) January 24, 2021

Potongan video yang diunggah @MelindaAghnia di akun twitternya menjadi viral dan sudah di-retweet sebanyak 20.100 kali, dikomentari lebih dari 5.000 pengguna dan disukai sebanyak 77.200 orang. 

Cerita pembuatnya

Jakarta rasa Seoulscreenshoot Jakarta rasa Seoul

Setelah ditelusuri oleh Kompas.com, pembuat video viral tersebut bernama Surya Danna.

Ia bekerja sebagai resepsionis di salah satu kantor di tempat Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Sentra.

Mengenai video tersebut, dia mengaku mengambil gambar di Jalan Jenderla Sudirman, daerah SCBD pada 19 Januari 2021 sore, sekitar pukul 17.00 setelah dia pulang kerja.

“Awalnya saya cuma posting di Tiktok, sama Instagram. Terus ternyata ramai di Twitter. Saya itu gak tahu sama sekali jika ada yang nge-post,” kata Surya ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Laporan PBB: Global Kehilangan 255 Juta Lapangan Pekerjaan pada 2020

Selain video yang sedang ramai dibicarakan, Surya juga acapkali membuat video-video lain yang ia unggah melalui akun Tiktok dan Instagram pribadinya.

Ia hanya mengambil gambar dari daerah-daerah yang acapkali ia lewati. Surya membuat video dan mengeditnya hanya melalui HP.

Video tersebut dia edit menggunakan software VN Video Editor Maker dan VSCO. 

“Itu cuma akibat karya saya yang bukan siapa-siapa, cuma orang yang hobi bikin video pakai HP setiap pulang, atau pergi kerja, atau important,” ujar Surya.

Ia juga mengaku tidak memiliki niat mempromosikan Jakarta, bahkan membandingkan dengan ibu kota Korea Selatan, Seoul. 

Baca juga: Viral, Kisah Pria Indonesia Dibayar Rp 90 Juta karena Editan Fotonya

Menanggapi komentar warganet

Menanggapi komentar dari warganet terutama yang mencibir dan menyinggung perihal kesenjangan pembangunan di Jakarta, dia mempersilakan saja. 

Meskipun dia juga mengaku duka ketika mendapat komentar-komentar bernada negatif. 

Selain itu dia juga membantah video itu dibuat sebagai akun promosi pemerintah DKI Jakarta. 

“Jika ini akun pemerintahan, silakan saja bilang Jakarta masih banyak yang kumuh, atur itu! Tapi ini saya bukan siapa-siapa, saya gak dibayar siapa-siapa,” kata dia.

Baca juga: Simak, Ini Anggaran dan Syarat Perjalanan PPKM Jilid 2 di Jawa-Bali

Terus berkarya

Kendati videonya mendapat komentar negatif, dia mengaku tidak patah semangat untuk kembali berkarya. 

Karena menurutnya setiap orang mampu memiliki pendapat dan penilaian berbeda-beda.

“Hal itu gak akan membuat saya untuk berhenti. Terus aja berkarya karena konten sebagus apa pun tetap akan ada yang hujat, karena kepala orang itu beda-beda,” tutur Surya.

Lebih jauh lagi, pemuda yang ketika ini mengaku kuliah sambil bekerja ini mengingatkan warganet untuk bijak dalam menggunakan media umum.

“Lebih bijak saja dalam bersosial media, karena apa yang dia ucapkan walau hanya sekedar ketikan aja, itu mampu mengganggu yang dia serang walaupun gak kenal,” ungkapnya.

Baca juga: PPKM Jilid 2 Dimulai Hari Ini, Epidemiolog Sarankan Perkuat Testing dan Pelacakan