Damai Di Tengah Badai thumbnail

Herman mengirimi aku tangkapan layar dari pesan yang dia terima dari temannya. Dia ingin tahu apakah itu benar. Inilah pesannya:
Menghadiri kuliah umum kemarin yang diselenggarakan oleh fakultas teologi Universitas X berjudul “Homoseksualitas dalam Perjanjian Lama”. Pembicaranya ialah Prof. Thomas Römer dari Perancis.

Menurut dia:

  • Alkitab bukanlah Firman Yang kuasa.
  • Yang kuasa ialah ciptaan.
  • Hak asasi insan lebih berwibawa daripada Alkitab.
  • Interpretasi bersifat subjektif.
  • Dan banyak lagi.

Dia dipuji oleh para dosen dan mahasiswa fakultas teologi.

Setelah itu aku menawarkan pamflet yang menjelaskan perihal Injil.

Entah apa yang dibicarakan dalam ceramah itu, namun tafsir sahabat Herman membuat rambutmu berdiri tegak. Aku menjawab:
Bukan itu yang aku yakini, Herman. Alkitab memperingatkan kita bahwa pada akhir zaman orang akan berdiri dan menyatakan ketidakbenaran sebagai kebenaran. Tentu, Yang kuasa hidup. Yang kuasa itu nyata, karena kalau bukan karena Dia, kita juga tidak akan berada di sini. Aku percaya Firman-Nya itu benar.

Keesokan paginya, saat aku sedang melakukan renungan dalam pelajaran aku, ayat berikutnya ialah ayat aku untuk hari itu: 9 – 11 Jauhi pertengkaran yang tidak beralasan dan tidak berkhasiat perihal silsilah dan goresan pena kecil dalam kode hukum. Itu tidak membawa Anda kemana-mana. Peringatkan orang yang suka bertengkar satu atau dua kali, tetapi lakukan saja dengannya. Terang sekali bahwa orang mirip itu keluar dari barisan, memberontak terhadap Yang kuasa. Dengan bertahan dalam perpecahan, dia memotong dirinya sendiri.

Meskipun ini perihal topik hangat di zaman Paulus, yaitu orang Yahudi dan hukum Musa, kita juga belajar bagaimana kita, Herman, dan temannya harus bertindak hari ini. Acapkali kita tidak seharusnya melawan mereka. (Aku mengatakan “sebagian besar waktu”, karena kadang-kadang Roh Suci memimpin kita untuk mengatakan sesuatu!)

Mereka pintar, mereka akan dengan mudah meyakinkan Anda. Mereka begitu yakin perihal apa yang mereka yakini sehingga mereka tidak memiliki ruang untuk kata-kata orang lain. Hal terbaik yang dapat Anda lakukan ialah menawarkan kepada mereka apa yang Anda percayai.

Aku angkat topi kepada sahabat Herman yang tidak berdiam diri dan menawarkan pamflet Injil kepada profesor penting itu. Sekarang dia hanya mampu berdoa agar benih berakar dan Roh Suci akan membuatnya tumbuh.

Kitab Kudus
Titus 3: 8 – 11

Refleksi
Apakah Anda terkadang kesulitan untuk tidak melawan seseorang?
Apakah Anda tahu kapan harus mengatakan sesuatu dan kapan sebaiknya tidak?
Bagaimana Anda dapat menyaksikan lebih banyak melalui cara Anda hidup?

Doa
Ayah, aku merasa kasihan pada orang-orang yang tersesat. Aku ingin menjadi perantara bagi mereka masing-masing dan meminta Anda untuk mengungkapkan diri Anda kepada mereka. Tolong bantu aku juga untuk menjadi saksi hidup dari kebenaranMu. Dalam Nama Yesus, amin.