Tanya Jawab Soal Tilang Elektronik, dari Jenis Pelanggaran, Wajib Konfirmasi, sampai Opsi Bayar Denda atau Sidang Halaman all thumbnail

JAKARTA, KOMPAS.com – DKI Jakarta, melalui Polda Metro Jaya, menjadi salah satu dari 12 provinsi yang menerapkan tilang elektronik atau Electonic Traffic Law Enforcment (ETLE) mulai Selasa (23/3/2021).

Tilang elektronik tersebut dioperasikan dengan bantuan kamera pemantau CCTV yang ditempatkan di sejumlah titik.

Nantinya, kalau terjadi pelanggaran, pemilik kendaraan akan menerima surat tilang yang dikirim eksklusif ke alamat yang terdata berdasarkan nomor kendaraan.

Baca juga: Polda Metro Gunakan Kamera Tilang Elektronik Tidak aktif dan Mobile, Ini Bedanya

Berikut pertanyaan dan jawaban terkait tilang elektronik, bersadarkan berita di situs resmi ETLE Polda Metro Jaya.

1. Apa saja jenis pelanggaran yang terdeteksi ETLE? Berapa besaran dendanya?

  • Menggunakan gawai (telepon seluler), denda Rp 750.000.
  • Nir menggunakan sabuk pengaman, denda Rp 250.000.
  • Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan, denda Rp 500.000.
  • Nir memakai helm sesuai Baku Nasional Indonesia (SNI), denda Rp 250.000.
  • Memakai pelat nomor palsu, denda maksimal Rp 500.000.

2. Bagaimana pemilik kendaraan mengetahui ia telah melanggar?

Perangkat secara otomatis menangkap pelanggaran lalu lintas yang dimonitor dan mengirimkan media barang bukti pelanggaran ke Lend a hand Utter of job di RTMC Polda Metro Jaya.

Lalu, petugas mengidentifikasi recordsdata kendaraan menggunakan Electronic Registration & Identification (ERI) sebagai sumber recordsdata kendaraan.

Atas berita itu, petugas pun mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan selambat-lambatnya tiga hari setelah pelanggaran dilakukan.

3. Ketika mendapatkan surat konfirmasi, apakah pemilik kendaraan sudah ditilang?

Belum. Surat Konfirmasi ialah langkah awal dari penindakan di mana pemilik kendaraan wajib konfirmasi perihal kepemilikan kendaraan dan pengemudi kendaraan pada ketika terjadinya pelanggaran.

4. Bagaimana mengonfirmasi Surat Konfirmasi?

Pemilik kendaraan mampu datang eksklusif ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Jl. MT. Haryono Kav 5-6 Tebet, Jakarta Selatan.

Atau, pemilik kendaraan mengonfirmasi di situs resmi ETLE PMJ pada laman ini: https://etle-pmj.data/identification/verify.

Secara on-line, pemilik kendaraan hanya perlu mengisi nomor referensi pelanggaran berupa nomor unik yang tertera pada lembar ketiga Surat Konfirmasi dan nomor polisi kendaraan.

Baca juga: Tilang Elektronik Nasional Diterapkan, Pelanggar dengan Pelat Nomor Luar Jakarta Mampu Ditindak

5. Berapa lama tenggat waktu pemilik kendaraan untuk konfirmasi?

Pemilik kendaraan diberi waktu selama 8 hari dari terjadinya pelanggaran untuk mengonfirmasi.

6. Pemilik kendaraan bukan pengemudi kendaraan ketika pelanggaran terjadi. Apa yang harus dilakukan?

Kendaraan yang dioperasikan di jalan raya, memiliki potensi mencelakakan pengguna jalan raya lainnya, bahkan hingga meninggal dunia.

Pemilik kendaraan wajib bertanggung jawab kepada siapa ia meminjamkan kendaraan tersebut.

7. Apabila kendaraan yang melanggar telah dijual sebelumnya, apa yang harus dilakukan?

Penerima Surat Konfirmasi tetap harus mengonfirmasi dan menawarkan data perihal pemilik baru kendaraan itu. Sehingga, penerima surat telah berkontribusi dalam perjuangan menertibkan kepemilikan kendaraan.

Dalam skenario terburuk di mana kendaraan terkait digunakan untuk tindakan kriminal, maka penerima surat sudah membantu mempermudah penyelidikan.

8. Bagaimana cara membayar denda?

Untuk menghindari pemblokiran, maka metode pembayaran menggunakan BRIVA ialah mekanisme paling efisien.

Bagi nasabah BRI, pelanggar dapat eksklusif membayar melalui teller, ATM, mobile banking, net banking, dan EDC.

Bagi non nasabah BRI, pelanggar hanya mampu membayar melalui mesin ATM.

Bukti pembayaran berupa skedaddle, struk, sms disimpan untuk nantinya diperlihatkan ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita.

9. Kapan tenggat pembayaran dan apa yang terjadi kalau pemilik kendaraan tidak membayar denda?

Batas waktu terakhir untuk pembayaran ialah 15 hari dari tanggal pelanggaran. Kalau gagal melakukan ini, maka pemilik kendaraan akan terblokir.

Baca juga: Agar Warga Tertib di Jalanan, Wakil Wali Kota Depok Berkelakar Ingin Rahasiakan Lokasi Tilang Elektronik

10. Apakah pemilik kendaraan boleh memilih opsi sidang?

Ya, pelanggar dapat menghadiri sidang.

11. Bagaimana mengetahui berita mengenai tanggal dan lokasi pengadilan terkait pelanggaran?

Setelah mengonfirmasi Surat Konfirmasi, pelanggar akan mendapatkan e mail konfirmasi yang salah satunya berisi tanggal dan lokasi pengadilan.

Di ketika bersamaan, pemilik kendaraan juga akan menerima pesan singkat (SMS) berisi kode BRIVA untuk menyelesaikan denda pelanggaran.

Apabila memutuskan membayar denda, pemilik kendaraan tidak perlu datang ke persidangan.

12. Ke mana pemilik kendaraan mampu berkonsultasi terkait Surat Konfirmasi apabila tidak merasa melakukan pelanggaran?

Silakan datang ke Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya.