Soal Ekonomi di New Normal, Airlangga: Ada Cahaya di Ujung

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut adanya new normal memberi asa baru buat ekonomi Indonesia. Dia optimistis ekonomi Indonesia bakal cepat pulih & sanggup berada di jalur positif dalam tahun depan.

"Kalau kita lihat berbagai survei atau proyeksi di banyak sekali lembaga buat di tahun depan Indonesia rata-homogen telah di jalur positif dan tentu kita berharap jalur positif berdasarkan berbagai lembaga mulai menurut IMF, World Bank dan juga banyak sekali perusahaan investasi kita berharap pada 2021 kita telah masuk jalur positif," kata Airlangga pada webinar, Jumat (3/7/2020) malam.

 

"Jadi sektor yang awalnya turunnya pada itu sudah mulai ada kenaikan, sebagai akibatnya ini yang mendorong bahwa kita melihat ada cahaya pada ujung, there is a light at the end of the tunnel," tambahnya.

 

Dikarenakan adanya restriksi sosial berskala akbar (PSBB) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 diprediksi minus tiga%. Tetapi pemerintah mendorong agar pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV-2020 semakin tinggi.

 

"Kuncinya merupakan pada kuartal III nanti, jikalau kuartal II diperkirakan sudah akan masuk ke zona minus, minus 3% misalnya. Tapi pada kuartal III dan IV diperlukan meningkat," ungkapnya.

 

Airlangga membeberkan pasar keuangan pada Juni 2020 perlahan berkiprah naik. Dia berkata, berdasarkan segi kinerja pasar uang & saham nisbi mengalami penguatan atau masuk pada zona Rp 14.400 dan IHSG hampir menyentuh 5.000. Peningkatan itu adalah sektor keuangan & saham mendapatkan outlook positif berdasarkan pelaku pasar.

 

Di samping itu, capital outflow jua perlahan mulai menurun. Sementara, dana asing yang masuk atau capital inflow balik  mengalir masuk ke Indonesia baik pada bentuk obligasi maupun bentuk saham.

 

"Dan pemerintah kemarin mengeluarkan Sukuk juga green bond yang dua-duanya disambut positif seluruhnya," ucapnya.

Tak sampai di situ, indeks manufaktur Indonesia atau PMI pula telah pada posisi baik di 39,1. Meskipun angka tersebut dipercaya masih dalam level kontraksi atau kurang dari 50.

 

"Kalau kita lihat berdasarkan PMI kita telah ada lompatan dengan normal yg kemarin sudah turun ke level 28 sekarang sudah naik ke 39 walaupun belum level di atas 50," imbuhnya.

 

Hal ini membuat Indonesia menerima apresiasi dari negara lain. Indonesia dievaluasi bisa keluar dari krisis lebih dulu dibanding negara lain.

 

"Tadi saya berbicara dengan Duta Besar Inggris mengungkapkan bahwa mengapresiasi Indonesia cukup cepat mengambil langkah-langkah dan berbagai negara melihat langkah yang dilakukan Indonesia cukup positif sehingga hingga kuartal I-2020 hanya terdapat 3 negara yang berada pada jalur positif yaitu Indonesia, India & China. Oleh karena itu Indonesia dipercaya akan keluar dari krisis ini lebih dulu," tandasnya.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author