Siswa Miskin di Depok Ditolak Masuk Sekolah Negeri

Menurut Roy Pangharapan, poly anggota DKR Depok yang miskin ditolak pada sekolah negeri, baik tingkat Sekolah Menengah pertama juga SMA dan SMK di Depok. “Untuk itu, kami DKR Kota Depok hari ini melakukan advokasi menggunakan mengadakan aksi hening ke perwakilan Dinas pendidikan Propinsi Jawa Barat & Walikota Depok,” pungkasnya.

Dalam kesempatan Aksi Solidaritas ini DKR Kota Depok menyatakan sikap agar Gubernur Jawa Barat dan Walikota Depok buat menghentikan ad interim proses PPDB hingga semua anak anak didik miskin diterima pada sekolah negeri.

 

 

Ada lebih kurang 50 anak didik miskin tingkat SMP & SMA/SMK sebesar 25-an siswa yang belum mendapatkan sekolah. “Aksi ini terpaksa dilakukan di tengah masa pandemi sang lantaran para pemangku kebijakan pendidikan di Kota Depok tidak perduli & menutup indera pendengaran atas pelanggaran Sila ke lima berdasarkan Pancasila,” ucapnya.

 

Semua peserta aksi tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker. “Ya kami sadar, ini masih dalam suasana pandemi & PSBB, akan tetapi kami permanen wajib  bersuara, lantaran ada ketidakadilan,” ucapnya.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author