[POPULER NUSANTARA] Insiden Jenazah Covid-19 Tertukar | Simpang Siur Pulau Lantigiang Selayar thumbnail

KOMPAS.com – Isu soal kasus jenazah yang tertukar dan berujung pemukulan kepada petugas di Kota Malang, Jawa Timur, jadi sorotan.

Salah satu anggota keluarga sedih mengaku kecewa mendapati peti jenazah ayahnya tertukar dengan orang lain.

Selain isu tersebut, nama Pulau Lantigiang Selayar di Sulawesi Selatan juga menjadi buah bibir.

Pasalnya, pulau tersebut diduga telah dijual dengan harga Rp 900 juta.

Berikut ini isu populer nusantara secara lengkap:

1. Jenazah Covid-19 tertukar

Ilustrasi jenazahKompas.com Ilustrasi jenazah

Menurut MNH, salah satu anak pasien Covid-19 yang meninggal, keluarganya sempat menshalati jenazah itu ketika tiba di pemakaman.

Ketika itu, keluarganya belum mengetahui ternyata peti jenazah itu keliru.

“Ketika peti ini mau dimasukkan ke liang kubur, aku baru sadar karena posisi aku memang agak tinggi dari peti. Jadi aku lihat goresan pena di peti itu bukan nama bapak aku,” kata MNH di Mapolresta Malang Kota, Jumat (29/1/2021).

Baca isu selengkapnya: “Ketika Mau Dimasukkan ke Liang Kubur, Aku Baru Sadar Goresan pena di Peti Itu Bukan Nama Bapak Aku”

2. Simpang siur soal Pulau Lantigiang Selayar laku Rp 900 juta

Sausana Pulau Lantigiang, Kecamatan Takabonerate, Sulawesi Selatan. Dokumentasi AsriKOMPAS.com/NURWAHIDAH Sausana Pulau Lantigiang, Kecamatan Takabonerate, Sulawesi Selatan. Dokumentasi Asri

Pulau Lantigiang yang berada di Kecamatan Takabonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dikabarkan telah dijual dengan harga Rp 900 juta.

Kabar itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato, Nur Aisyah Amnur.

“Pulau Lantigiang masuk dalam daerah Taman Nasional Taka Bonerate,” kata Nur Aisyah ketika dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (29/1/2021).

Ad interim itu, polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus tersebut.

Baca isu selengkapnya: Pulau Lantigiang Selayar Sulsel Diduga Dijual Rp 900 Juta, Pembeli Sudah Bayar Rp 10 Juta

3. Cerita Munjilah ketika rumahnya diduga tertimpa batu meteor

Batu meteorit yang menghantam rumah warga di Lampung Tengah. Peneliti Itera Lampung memastikan batu itu adalah pecahan meteor yang masuk atmosfer bumi. Dok. Humas Itera Lampung Batu meteorit yang menghantam rumah warga di Lampung Tengah. Peneliti Itera Lampung memastikan batu itu ialah pecahan meteor yang masuk atmosfer bumi.

Pada Kamis (28/1/2021), Rumah Munjilah (60), warga di Dusun 5 Astomulyo, Desa Muyodadi, Punggur, Lampung Tengah, dihantam batu DIDUGA meteorit.

Saar itu, kata Munjilah, ia dan suami sempat kaget mendengar bunyi benda berat jatuh disertai dentuman keras.

“Aku sama suami eksklusif ke dapur. Di dinding bagian bawah ada batu,” ujar dia, Jumat (29/1/2021).

Munjilah melihat di tanah kawasan batu itu terjatuh terdapat cerukan berdiameter 20 cm dan berkedalaman 6 sentimeter bekas dihantam benda keras.

Baca isu selengkapnya: Munjilah Kaget Dengar Bunyi Dentuman, Ternyata Rumahnya Dihantam Meteorit, Ini Ceritanya

4. Sedih keluarga pilot Sriwijaya Air SJ 182

Suasana duka terlihat setelah jenazah pilot Sriwijaya Air SJ-182, Kapten Afwan sampai di kediaman keluarga, Perumahan Bumi Cibinong Endah (BCE), Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (30/1/2021).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Suasana sedih terlihat setelah jenazah pilot Sriwijaya Air SJ-182, Kapten Afwan hingga di kediaman keluarga, Perumahan Bumi Cibinong Endah (BCE), Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (30/1/2021).

Ketika jenazah pilot Sriwijaya Air SJ 182 Kapten Afwan tiba di Perumahan Bumi Cibinong Endah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/1/2021) pukul 10.21 WIB, keluarga tak kuasa menahan tangis.

Jenazah Kapten Afwan tersebut tiba dengan pengawalam ketat polisi. Setelah tiba di rumah sedih, terlihat dua orang keluar dari ambulans membawa foto Kapten Afwan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengurus jenazah Kapten Afwan, mulai semenjak pencarian di laut sampai teridentifikasi,” kata perwakilan keluarga, Sjafzan Badar, ketika mewakili keluarga di hadapan pelayat.

Baca isu selengkapnya: Tangis Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Kapten Afwan di Rumah Sedih

5. Buaya dibantai pakai tombak di Sumbar

Ilustrasi buaya air asin Australia.SHUTTERSTOCK Ilustrasi buaya air asin Australia.

Sebuah video berdurasi 16 menit 29 detik yang diunggah akun YouTube Indra N Fish itu sudah ditonton 19.000 lebih warganet dan diunggah pada Jumat (28/1/2021).

Dalam video tersebut terlihat warga ramai-ramai menyaksikan upaya penangkapan yang dilakukan oleh orang yang diduga sebagai pawang buaya.

Menurut Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Perlindungan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ade Putra, aksi tersebut sangat disayangkan.

“Betul. Ini sangat disayangkan karena buaya ialah satwa yang dilindungi negara,” kata Ade yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/1/2021).

Baca isu selengkapnya: Video Viral Buaya Dibantai Pawang dengan Disaksikan Ratusan Warga

(Penulis: Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan, Kontributor Padang, Perdana Putra | Editor: David Oliver Purba, Farid Assifa, Dheri Agriesta)