Mengingat Lagi Pesan Jokowi ke Ahok Soal Kilang Pertamina di Tuban yang Bikin Kaya Mendadak thumbnail

KOMPAS.com – Warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, mendadak menjadi miliarder setelah menerima uang ganti rugi pembebasan lahan dari proyek kilang yang digarap oleh PT Pertamina (Persero).

Proyek tersebut pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana, pada Sabtu, 21 Desember 2019 lalu.

Proyek ini disebut juga kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), tepatnya berlokasi di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Baca juga: Kalau Kaya Mendadak Mirip Warga Tuban yang Bisa Ganti Rugi Tanah, Apa yang Sebaiknya Dibeli?

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi pun melihat besarnya potensi kilang itu bersama Menteri Badan Perjuangan Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Direktur Primer PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan Komisaris Primer PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Jokowi juga punya pesan khusus kepada mereka, termasuk Ahok yang kala itu belum lama dilantik sebagai Komut.

Jokowi ingin semua pihak yang terlibat untuk segera menyelesaikan kilang tersebut.

“Aku sampaikan kepada Menteri BUMN, Dirut Pertamina, dan Komut Pertamina agar tidak lebih dari 3 tahun, harus rampung semuanya. Mintanya tadi 4 tahun, 3 tahun harus rampung semuanya. Entah itu dengan kerja sama, entah itu dengan kekuatan sendiri. Aku kira ada pilihan-pilihan yang mampu diputuskan segera.” kata Jokowi, sebagaimana dikutip dari laman Setneg, Kamis (18/2/2021).

Jokowi mengaku telah cukup lama menunggu penyelesaian kilang tersebut.

Baca juga: Bisa Rp 15,8 Miliar Jual Tanah, Sutrisno Warga Tuban: Dulu Susah, Sekarang Uang Poly Dinikmati

Kilang TPPI sendiri sudah dibangun semenjak lebih dari dua dekade lalu, namun kemudian tersendat karena beberapa persoalan.

Setelah TPPI diakuisisi, PT Pertamina (Persero) akan membangun TPPI menjadi pabrik petrokimia terpadu.

Daerah TPPI tersebut akan dikembangkan menjadi industri petrokimia nasional yang menghasilkan beragam produk turunan petrokimia dan produk Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Ya ini kilang TPPI Trans Pacific Petrochemical Indotama. Ini ialah adalah salah satu kilang yang terbesar di negara kita, yang dapat menghasilkan produk aromatik, baik para-xylene, ortho-xylene, bensin, toluene, heavy fragrant, dan juga penghasil BBM, top payment, pertamax, elpiji, solar, kerosene, ini mampu untuk semuanya,” kata Jokowi.

Baca juga: Sederet Cerita Warga Tuban yang Kaya Mendadak dari Kilang Minyak, Ada yang Sempat Menolak karena Tak Mau Kehilangan Kenangan

Total nilai investasi Rp 199,3 triliun

Berdasarkan records Komite Akselerasi Penyediaan Infrastuktur Prioritas (KPPIP), Kilang Minyak Tuban adalah proyek dengan Rp 199,3 triliun.

Skema pendanaan dilakukan melalui penugasan PT Pertamina dengan kerjasama Partikelir, dalam hal ini investor perusahaan asal Rusia, Rosneft.

Proyek Kilang Minyak Tuban ini adalah pembangunan kilang minyak baru dengan kapasitas produksi 300 ribu barel per hari.

Perencanaan pembangunan Kilang Minyak Tuban menggunakan konfigurasi petrokimia, terintegrasi dengan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama.

Baca juga: Kilang Minyak Tuban, Dulu Ditolak, Kini Bikin Warga Kaya Mendadak

Jokowi menambahkan, apabila telah berproduksi secara penuh, kilang ini memiliki potensi yang mampu menghemat devisa sampai 4,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 56 triliun.

“Ini jika mampu nanti produksinya sudah maksimal mampu menghemat devisa 4,9 miliar dolar AS. Gede sekali. Kurang lebih Rp 56 triliun. Ini adalah substitusi. Karena setiap tahun kita impor, impor, impor. Padahal kita mampu buat sendiri, tapi tidak kita lakukan,” imbuh Kepala Negara.

Dalam banyak sekali kesempatan mirip rapat terbatas, rapat paripurna, sampai rapat dengan kepala kawasan, Jokowi berulang kali memberikan pentingnya substitusi produk-produk impor, salah satunya petrokimia.

Presiden berharap, setelah berproduksi maksimal, industri petrokimia ini dapat membantu menyelesaikan persoalan defisit transaksi berjalan yang dialami Indonesia.

Baca juga: Ini Komentar Pertamina yang Proyeknya Bikin Warga Desa di Tuban Mendadak Jadi Miliarder

“Sehingga kita harapkan jika ini benar-benar mampu berproduksi maksimal, yang namanya recent myth deficit, neraca kita akan menjadi jauh lebih baik. Ini salah satu kuncinya ada di sini. Adalah apa? Ini ialah menyelesaikan persoalan, menyelesaikan masalah, menyelesaikan topic dari rencana besar negara ini yang sudah puluhan tahun enggak rampung-rampung,” ungkap Jokowi.

Ahok menjawab pesan Jokowi

Komisaris Primer PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok turut buka bunyi tentang pesan Jokowi.

Sesaat usai meninjau lokasi proyek, Ahok eksklusif mengunggah gambar dirinya bersama Jokowi di proyek tersebut, melalui akun instagramnya.

“Pesan Bapak Presiden Jokowi sangat terang, segera menuntaskan pengembangan Daerah TPPI menjadi industri petrokimia nasional yang nanti akan menghasilkan beragam produk turunan petrokimia dan produk Bahan Bakar Minyak (BBM),” kata Ahok dalam caption foto unggahannya yang dikutip pada Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Proyek Pertamina Ini Bikin Warga Desa di Tuban Ramai-ramai Beli Kendaraan beroda empat

Ahok pun sependapat dengan Jokowi mengenai pentingnya eksistensi kilang ini.

Terutama, masih kata Ahok, mengenai substitusi bahan baku impor.

“Pengembangan ini dapat membantu mengurangi impor bahan baku agar negara tidak mengalami defisit kembali,” tandasnya.

Terakhir, Ahok memberikan pesan kepada masyarakat terkait subsidi bahan bakar yang selama ini dianggarkan pemerintah.

“Selain itu, aku menghimbau untuk semua pihak agar tidak menyalahgunakan subsidi bahan bakar yang diberikan. Mari bantu kami untuk menjaga uang negara demi kesejahteraan negara,” bebernya.