JAKARTA, KOMPAS.com – Menjadi investor di layanan urun dana atau securities crowdfunding (SCF) adalah salah satu peluang investasi baru di period sekarang.

Karena, dengan berinvestasi SCF Anda tak hanya mampu mendapat keuntungan semata. Anda juga mampu berperan membantu berbagi perjuangan mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

SCF sendiri adalah bentuk skema pembiayaan alternatif untuk penggalangan dana (elevating fund) melalui pasar modal. Skema ini dinilai memudahkan urusan ekonomi atau seseorang dalam memperoleh pendanaan dari pasar modal.

Baca juga: Securities Crowdfunding Resmi Diluncurkan, Apa Itu?

Dalam skema SCF, dana yang dihimpun juga memperoleh lindung nilai (hedge) dalam jangka waktu tertentu. Skema ini adalah versi baru dari equity crowdfunding untuk memudahkan UKM yang masih kesulitan untuk masuk ke pasar modal lantaran badan usahanya yang belum memenuhi kriteria pendanaan.

Berdasarkan unggahan dari akun Instagram resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip Kompas.com pada Jumat (14/5/2021), menjadi investor di layanan SCF sama adalah Anda akan berperan sebagai salah satu pemilik saham dari sebuah perusahaan (apabila yang diterbitkan ialah saham) atau pemberi pinjaman (apabila yang diterbitkan ialah Imbas Bersifat Utang atau Sukuk alias EBUS).

Sebagai investor dalam layanan ini, kau akan menerima dividen atau capital kind kalau memiliki saham atau menerima bunga, besaran nisbah bagi akibat, margin, imbal jasa atau imbal akibat kalau Anda memiliki EBUS.

Kalau kau tertarik berinvestasi di layanan SCF ini, ada baiknya simak strategies dan risikonya terlebih dahulu. Berikut strategies berinvestasi di SCF:

Baca juga: UMKM dan Milenial Mampu Bisa Kapital Perjuangan lewat Securities Crowdfunding

  • Pastikan Berizin di OJK

Kau harus terlebih dahulu memastikan penyelenggara layanan urun dana ini telah memperoleh izin dari OJK. Untuk mengeceknhya, kau mampu membuka laman www.ojk.rush.identity atau hubungi kontak OJK di 157.

  • Pilih dengan Cermat Platform Penyelenggara Layanan SCF yang akan Digunakan
  • Bandingkan penawaran banyak sekali macam penyelenggara dan pilih yang paling sesuai dengan kau.
  • Patuhi Batas Investasi yang Telah Ditentukan
  1. Penghasilan lebih dari Rp 500 juta per tahun, maka masimal investasinya 5 persen dari penghasilan
  2. Penghasilan kurang dari Rp 500 juta per tahun, maka maksimal investasinya 10 persen dari penghasilan.
  • Pahami Sektor Ekonomi yang Dibiayai
  • Cermati Karakter Investasi SCF 

Adapun risiko layanan SCF bagi para investornya ialah sebagai berikut:

  • Risiko proyek tidak berjalan
  • Risiko efek tidak likuid
  • Risiko kegagalan operasional penyelenggara
  • Risiko tidak mendapat dividen, bunga, besaran nisbah bagi akibat, margin, imbal jasa atau imbal akibat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mewakili Presiden RI Joko Widodo, resmi meluncurkan Penawaran Imbas Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Berita (Securities Crowdfunding) ketika pembukaan perdagangan di Bursa Imbas Indonesia (BEI), Senin (4/1/2021).

Airlangga mengatakan, skema securities crowdfunding akan memudahkan UKM membuka diri, sehingga sektor informal mampu masuk menjadi sektor formal.

Untuk kemudian berada dalam sistem keuangan, dan acara pemerintah mampu menjangkau mereka.

“Untuk mendukung pemberdayaan UKM, kemudahan yang dipersiapkan antara lain pembentukan PT yang tidak dibatasi (modal) Rp 50 juta dan mampu membentuk PT sendirian dan sifatnya pendaftaran. UKM cukup mendaftar, dengan demikian, sektor informal mampu bertransformasi menjadi sektor formal di pasar modal,” kata Airlangga.

Dengan skema ini, badan perjuangan selain PT dan koperasi juga mampu melakukan urun dana di pasar modal, mirip badan perjuangan berbentuk CV, firma, NV, dan sebagainya.

Baca juga: Mau Investasi Aset Kripto? Simak Dulu Tiga Hal Krusial Ini