Lima Pelajaran Udinese vs Juventus: Cristiano Ronaldo Belum Habis! thumbnail
Cristiano Ronaldo, (c) LaPresse via AP Photo Cristiano Ronaldo, (c) LaPresse thru AP Characterize

Bola.procure – Juventus berhasil mengalahkan Udinese di giornata 34 Serie A 2020-21 di Stadio Friuli, Minggu (02/05/2021) malam WIB.

Di laga ini, Juventus tampil kurang greget di babak pertama. Mereka malah tertinggal lebih dahulu pada menit ke-10.

Gawang Juve dijebol oleh Nahuel Molina. Gol ini cukup konyol karena keteledoran pemain Juventus sendiri yang tak sigap mengantisipasi free kick cepat Rodrigo de Paul.

Juve baru bangkit setelah babak kedua berjalan. Mereka alhasil mampu membalas dua gol sekaligus. Semuanya diborong oleh Cristiano Ronaldo.

CR7 mencetak gol pertamanya pada menit ke-83, thru titik penalti. Gol kedua ia cetak pada menit 89 melalui tandukan kepalanya dari sudut sempit.

Juventus pun berhasil menang tipis 1-2 dari Udinese. Dari kemenangan ini, pelajaran apa saja yang mampu dipetik? Simak ulasannya berikut ini Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Pertahanan Bapuk Juventus

Juventus memulai pertandingan dengan bapuk. Mereka tertinggal lebih dahulu melalui gol Nahuel Molina pada menit ke-10.

Juve kebobolan melalui situsi plight share. Mereka tak siap menghadang free kick cepat Rodrigo de Paul.

Gol ini membuat Juventus kini selalu kebobolan setidaknya satu gol dalam 10 laga terakhirnya di Serie A. Ini ialah catatan terburuk kedua mereka semenjak 11 tahun silam.

10 – #Juventus maintain conceded now not lower than a goal in all their last 10 Serie A games played: the longest dash for the Bianconeri in the competition since April 2010 (19 matches in a row if that is the case). Distraction.#UdineseJuventus

— OptaPaolo (@OptaPaolo) Could perchance presumably also 2, 2021

“10 – #Juventus kebobolan setidaknya satu gol dalam 10 pertandingan terakhir mereka di Serie A: rekor terpanjang bagi Bianconeri di kompetisi ini semenjak April 2010 (19 pertandingan berturut-turut dalam kasus itu). Gangguan.”

Hal ini tentu sangat ironis. Karena mereka punya bek-bek macam Giorgio Chiellini, Matthijs de Ligt, Merih Demiral, dan Leonardo Bonucci.

2 dari 5 halaman

Udinese Bayar Mahal Kegagalannya Manfaatkan Peluang

Di pertandingan ini, Udinese sebenarnya punya kans untuk mampu menang atas Juventus. Mereka mampu unggul lebih dahulu.

Pasukan Luca Gotti juga mampu membuat Juventus tak banyak berkutik di babak pertama. Lalu di babak kedua, ada kans apik bagi Udinese untuk mencetak gol.

Pada menit ke-52, Tolgay Arslan mendapat sodoran umpan pendek dari Stefano Okaka di dalam kotak penalti. Namun tendangannya dari jarak dekat justru melebar ke samping kanan gawang Juventus.

Setelah itu penampilan Udinese malah tampak tak berkembang. Juventus pun akhirnya mampu mengambil alih dan kemudian mampu mencetak dua gol balasan.

3 dari 5 halaman

Ronaldo Belum Habis

Cristiano Ronaldo tampil kurang greget di babak pertama di laga ini. Akan tetapi ia eksklusif tampil gacor di babak kedua.

Ronaldo mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-83. Ia kemudian mencetak gol lagi pada menit ke-89 dengan tandukan kepalanya.

Dengan tambahan dua gol tersebut, Ronaldo kini mengemas 99 gol di sepanjang karirnya bersama Juventus. Ia meraihnya dari 129 laga.

Sekarang, Ronaldo cuma butuh tambahan satu gol lagi. Kalau ia genap mencetak 100 gol bagi Juventus, maka ia akan jadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak 100 gol bagi tiga klub berbeda plus di tim nasional.

Cristiano Ronaldo is ONE Juventus goal away from becoming the first player in HISTORY to ranking 100 goals for 3 diversified clubs and his national personnel. pic.twitter.com/AUgoL8Uai8

— TC. (@totalcristiano) Could perchance presumably also 2, 2021

Ronaldo kini entire sudah mengemas 34 gol dari 34 laga pada trend ini. Ia kini mendekati catatan terbaiknya bersama Juventus, di mana ia mengoleksi 37 gol pada trend 2019-20.

Catatan ini tentu membantah kritikan dan tudingan bahwa Ronaldo sudah habis. CR7 masih gacor dan terang masih sanggup mencetak lebih banyak gol.

4 dari 5 halaman

Cita-cita Empat Besar Terjaga

Juventus sudah dipastikan tak akan mampu jadi juara Serie A trend 2020-21 ini. Gawatnya mereka juga berpeluang tak akan mampu finis di zona empat besar Serie A.

Karena saingan mereka cukup banyak. Apalagi selisihnya antar tim tipis-tipis. Bianconeri harus bersaing lawan AC Milan, Atalanta, Napoli, dan Lazio.

Dengan kemenangan lawan Udinese ini, Juventus sekarang mengoleksi 69 poin dari 34 laga. Bianconeri kini nangkring di posisi tiga klasemen sementara Serie A.

Juve punya poin yang sama dari Atalanta, namun cuma kalah selisih gol. Mereka juga punya poin yang sama dengan AC Milan, tapi Rossoneri menempati posisi empat karena selisih gol mereka lebh buruk dari Bianconeri.

Juventus kini unggul dua angka dari Napoli di posisi kelima. Ad interim dengan Lazio mereka unggul lima angka, namun tim ibukota itu masih punya tabungan satu laga.

Dengan selisih yang tipis di antara tim-tim ini, persaingan untuk memperebutkan tiga kawasan tersisa di zona Perserikatan Champions bakal berlangsung seru. Mungkin siapa saja tim yang berhak mendapat tiket ke Perserikatan Champions baru akan ditentukan sampai pekan terakhir.

5 dari 5 halaman

Gelar Capocannoniere

Cristiano Ronaldo tak cuma berpeluang untuk mencetak rekor baru. Pemain berusia 36 tahun itu kini punya kans untuk meraih gelar high skor.

Ia sekarang mengoleksi 27 gol di pentas Serie A. Jumlah itu terpaut lima gol dari pesaing terdekatnya yakni bomber Inter Milan, Romelu Lukaku.

Dengan demikian, kans Ronaldo untuk memenangi gelar Capocannoniere alias high skor Serie A makin besar. Dengan empat laga tersisa, akan cukup sulit bagi Lukaku untuk menyalip perolehan gol CR7.

Ad interim itu dengan koleksi 27 gol tersebut, Cristiano Ronaldo kini berselisih sembilan gol dari high skor European Golden Boot, Robert Lewandowski. Bomber Bayern Munchen itu sekarang telah mencetak 36 gol. Ronaldo ada di posisi ketiga sementar kawasan kedua ditempati neatly-known particular person Barcelona, Lionel Messi, dengan 28 gol.

(Opta/Sportskeeda/Twitter/Transfermarkt)

Read More