7 Makan Ini Bisa Berubah Jadi Racun Jika Dipanaskan Ulang

Shutterstock/Zurijeta

7 Makan Ini Mampu Berubah Jadi Racun Kalau Dipanaskan Ulang

BolaStylo.com – Terdapat beberapa makanan yang disarankan tidak dipakai sebagai menu berbuka puasa atau sahur karena mampu menjadi racun kalau dipanaskan ulang.

Bagi kebanyakan orang, biasanya mencari cara praktis untuk mempersiapkan menu sahur.

Salah satu cara praktisnya ialah dengan memanaskan ulang menu makanan ketika buka puasa di hari sebelumnya.

Dengan alasan tak sempat memasak karena keburu waktu imsak, banyak orang yang membenarkan hal tersebut.

Pada dasarnya memanaskan ulang menu buka puasa untuk sahur tidak ada salahnya karena memang praktis.

Namun penting untuk diketahui bahwa terdapat beberapa jenis makanan yang justru mampu membahayakan dan memberi dampak buruk bagi kesehatan tubuh kalau dipanaskan ulang.

Dikutip BolaStylo dari Sajian Sedap, berikut ini 7 makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali karena mampu menjadi racun bagi tubuh.

Baca Juga: Bosan Makan Kurma yang Gitu-gitu Aja, Yuk Coba 4 Ciptaan Olahan Kurma Berikut Ini

1. Bayam

Bayam adalah salah satu sayuran yang sangat rupawan bagi pencernaan karena kaya akan nutrisi.

Sayuran hijau ini mengandung nutrisi nitrat dan zat besi yang baik bagi tubuh.

Namun, bayam justru akan membayahakan tubuh kalau dimasak dua kali atau dipanaskan ulang.

Hal ini karena nitrat yang terkandung di dalamnya mampu bermetamorfosis nitri, suatu zat yang memicu terjadinya kanker.

2. Seledri

Daun seledri biasa digunakan untuk memperkuat aroma kuliner.

Sama mirip bayam, nitrat dalam seledri juga mampu terpicu menjadi nitrit kalau dipanaskan ulang.

Kalau ingin memanaskan sup untuk disantap ketika sahur, lebih baik masaklah tanpa menggunakan seledri.

3. Kentang

Kentang biasa dikonsumsi sebagai pengganti nasi karena kaya akan karbohidrat.

Namun dalam proses mengonsumsinya, lebih baik menghindari memanaskan ulang kentang yang sudah dimasak.

Kentang yang dipanaskan ulang dan dibiarkan dingin akan menjadi kawasan pertumbuhan bakteri C botulinum.

Bakteri inilah yang mampu mengakibatkan keracunan makanan yang disebut botulisme.

Botulisme memiliki gejala di antara lain sulit menelas, sulit bicara, lemah, sampai pandangan kabur.

Baca Juga: Tahukah Kau? Mentega dan Margarin Itu Gak Sama, Begini Perbedaanya

4. Lobak

Pada dasarnya, lobak menjadi salah satu makanan yang dianggap mampu mengusir racun dari dalam tubuh.

Namun kalau salah dalam proses pengolahannya mirip memanaskan ulang, lobak justru mampu menjadi racun yang membahayakan tubuh.

Hal ini karena lobak mengandung nutrisi nitrat yang sama mirip bayam dan seledri.

5. Fungi

Fungi memang paling enak disantap saat masih hangat.

Namun bukan berarti dianjurkan untuk memanaskan ulang jamur yang sudah dingin.

Struktur protein pada jamur akan bermetamorfosis senyawa berbahaya saat dipanaskan ulang berulang kali.

Selain perubahan rasa dan kehilangan gizi, memakan jamur yang dipanaskan ulang mampu menyebabkan persoalan pencernaan.

Oleh karena itu, disarankan mengonsumsi jamur sesaat setelah selesai dimasak ketimbang memanaskan ulang.

Baca Juga: Biar Gak Kehilangan cairan tubuh Ketika Puasa, Yuk Buat Sendiri Minuman Elektrolit Ini!

6. Telur

Telur memang memiliki beragam manfaat, namun tidak boleh dipanaskan ulang.

Memanaskan telur yang sudah matang mampu mengubah kandungan protein dan nutrisi di dalamnya menjadi racun yang menyebabkan persoalan pencernaan.

7. Makanan bersantan

Pengecap orang Indonesia sangat akrab dengan makanan yang mengandung santan, yang identik dengan menu kawasan Padang.

Namun perlu diketahui, mengonsumsi makanan bersantan terlalu acapkali tidak baik bagi kesehatan apalagi memanaskannya berulang kali.

Memanaskan ulang makanan bersantan hanya akan memperburuk efek lemak jahat di dalamnya yang dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.

Baca Juga: 5 Guidelines Agar Bangun Sahur Jadi Lebih Mudah di Bulan Ramadhan

PROMOTED CONTENT