Hikmah di balik Prank Sampah

Kalian tentu sudah tidak asing lagi dengan yang satu ini. "Prank sampah" yang sempat viral dan menggemparkan warganet pada pertengahan bulan ramadhan kemarin. Seperti yang kita ketahui, setiap bulan Ramadhan datang, orang-orang pasti berbondong-bondong menebar kebaikan. Mulai dari bersedekah lewat membagikan sembako, makanan ifthar, atau sahur. 

Lain halnya dengan yang satu ini, bukan makanan ataupun uang yang diberikan melainkan tumpukan sampah yang dikemas menyerupai sembako bantuan. Kegiatan ini dipelopori oleh seorang youtuber berinisial di kota Bandung. Kardus-kardus yang harusnya berisi bantuan sembako malah didalahgunakan untuk sebuah keisengan. 

Entah apa motif di balik keisengannya, tapi hal tersebut cukup menggemparkan sosial media sampai-sampai dirinya terseret ke meja hijau. Dia dimintai pertanggung jawaban atas keisengan yang dia buat.

Namun, daripada membahas kronologi berita viral yang sudah basi, mari kita mencoba untuk melihat kejadian tersebut dari cara pandang lain. Karena akan selalu ada hikmah di balik sebuah masalah.

Dari kejadian yang dialami oleh youtuber pelopor prank sampah tadi, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tidak semua hal bisa dijadikan bercandaan. Dan, tidak semua orang senang dibercandai. Apalagi nih, kalau bercandanya keterlaluan sampai membuat orang lain tersinggung dan baper a.k.a bawa perasaan. 

Selanjutnya, yang bisa kita dapatkan adalah "bagaimana cara mengemas dan menyajikan sebuah konten".

Di abad ke-20 ini, semua orang cenderung ingin unjuk diri dan berinovasi lewat kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi. Yang mana dapat diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun. 

Youtuber, vlogger, blogger, instagrammer, dan berbagai macam -er bermunculan di mana-mana. Dan sudah pasti, semuanya membutuhkan sebuah konten atau topik yang dapat menarik perhatian orang untuk melirik. Bukan begitu?

Namun, kadangkala kita luput memperhatikan kualitas kontennya di banding kuantitasnya. Tak jarang, ada orang yang rela menabrak batasan-batasan tertentu demi meningkatkan popularitas dirinya.

Jadi, ketimbang sekedar mencari sensasi, lebih baik kita berbagi informasi, motivasi dan inspirasi. Lantas, hal-hal apa saja kah yang harus diperhatikan ketika membuat sebuah konten? Simak baik-baik! Let's check it out!

1. Paham konteks dari konten

Pastikan kita ngerti dan paham konteks dari konten yang mau kita buat dan share. Bukan sekedar latah, ikut-ikutan membahas hal yang lagi hits dan viral tapi sama sekali tak paham konteks dari konten yang dibuatnya. Minimal kita tau apa tujuan dari dibuatnya konten tersebut.

2. Riset Ulang

As simple as we google it! Kamu harus benar-benar paham isi dari konten yang mau kamu buat. Siapa saja target dari konten tersebut. Telusuri benar-benar apakah konten yang akan kamu bawakan ini fakta atau hoax. Dan pastikan juga, kamu harus selalu up to date supaya kontenmu tidak basi dan tetap related dengan kondisi yang terjadi di masyarakat.

3. Tidak menyinggung

Belajar dari kasus youtuber tadi, kamu harus lebih berhati-hati ketika merencanakan sebuah konten. Pikir-pikir lagi, apakah konten tersebut akan merugikan, menyinggung, dan mengundang kecaman dari orang lain atau pihak tertentu. Jangan jadikan “bercanda” dan “menghibur” sebagai alasan dan pembenaran untuk membuat sebuah konten yang negatif. Ingat, kamu harus bisa bertanggung jawab dengan konten yang telah kamu buat!

4. Memiliki faedah

Kesampingkan dulu egomu yang menuntut popularitas, kedepankan kualitas di atas kuantitas ketika membuat sebuah konten. Daripada cuma viral sesaat, lebih baik diingat karena konten kita membawa manfaat dan dampak yang positif bagi orang lain. Karena, kamu ini content creator bukan sensation maker.

5. Simple dan tidak menyangkut privasi

Tidak membawakan sesuatu yang berlebihan, asal kamu bisa mengemasnya dengan baik orang-orang pasti akan melirik. Batasi apa yang akan kita share. Kurangi membuat konten yang berbau hal-hal privasi, it’s okay kalau mau buat tapi untuk sesekali saja. Karena perlu diingat bahwa konten kita akan dikonsumsi oleh banyak mata di publik. Kamu ga mau kan, kehidupan pribadimu diekspos oleh banyak orang?

And last, but not least, apapun konten yang kita buat, kita harus bisa bertanggung jawab dengan konten tersebut. Nah itu dia, hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian prank sampah. Semoga tips yang aku bagikan dapat menumbuhkan kesadaran kita untuk terus memperbaiki kualitas konten yang kita buat. Sekian, teruslah bermimpi dan berinovasi! Selamat pagi!

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author

Coffee Lady