Florentino Perez Tegaskan Juventus dan AC Milan Belum Meninggalkan European Mighty League thumbnail

BOLASPORT.COM – Presiden Actual Madrid, Florentino Perez, menegaskan AC Milan dan Juventus belum meninggalkan European Mighty League.

AC Milan dan Juventus secara kompak mengeluarkan pernyataan resmi pada Rabu (21/4/2021) yang berisi sikap mereka soal European Mighty League.

AC Milan, Juventus, bersama Inter Milan menjadi klub terbaru yang dikabarkan memutuskan mundur dari kompetisi antarklub Eropa itu.

Sebelumnya, enam klub raksasa alias The Big Six Perserikatan Inggris menyatakan pembatalan keikutsertaan mereka dari European Mighty League.

Baca Juga: Akibat dan Klasemen Perserikatan Italia – AC Milan Merana, Juventus Salip Atalanta, Inter Nyaman di Puncak

Atletico Madrid, sebagai perwakilan Perserikatan Spanyol, juga telah melakukan langkah serupa.

Dengan demikian, kini hanya tinggal tersisa dua klub saja dari 12 klub yang sebelumnya menjadi pelopor European Mighty League.

Dua klub tersebut ialah raksasa Perserikatan Spanyol, Barcelona dan Actual Madrid.

Namun, Florentino Perez sebagai Presiden Actual Madrid sekaligus Presiden European Mighty League menegaskan bahwa AC Milan dan Juventus masih bertahan.

Perez mengatakan bahwa AC Milan dan Juventus belum meninggalkan proyek yang diyakini bakal menandingi kompetisi buatan UEFA mirip Perserikatan Champions atau Perserikatan Europa itu.

“Juventus dan Milan belum pergi,” kata Perez, dikutip BolaSport.com dari Soccer Italua.

“Ad interim itu, Barcelona sedang memikirkannya. Mungkin kami mampu sedikit mengubah proyek dengan empat besar di Spanyol.”

“Yang penting ialah tim-tim besar bermain satu sama lain sehingga anak-anak akan menonton sepak bola.”

“Klub-klub terbesar mempertahankan sepak bola, selalu mirip ini.”

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menunjuk satu klub Liga Inggris yang menjadi biang kerok bubarnya European Super League.

TWITTER.COM/RMADRIDHOME_

Presiden Actual Madrid, Florentino Perez, menunjuk satu klub Perserikatan Inggris yang menjadi biang kerok bubarnya European Mighty League.

Baca Juga: Bos Juventus Akui European Mighty League bakal Susah Jadi Fenomena

“Cristiano (Ronaldo) melawan (Lionel) Messi hebat, tidak hanya untuk Madrid dan Barcelona, ​​tetapi untuk sepak bola Spanyol, dan sepak bola secara umum.”

“Kami hanya bekerja untuk menyelamatkan sepak bola setelah pandemi ini.”

“Aku agak duka. Kami telah bekerja selama tiga tahun pada proyek ini, untuk melawan situasi keuangan ketika ini di sepak bola Spanyol.”

“Sangat mudah untuk dipahami, Anda tidak dapat menyentuh La Perserikatan, jadi Anda mencari lebih banyak uang pada pertengahan pekan, dan format Perserikatan Champions sudah usang,” tuturnya lagi.

Juventus dan AC Milan memang telah merilis pernyataan pada laman resmi mereka masing-masing.

Namun, kedua klub itu tidak secara eksplisit mengatakan mereka mundur dari European Mighty League.

AC Milan hanya memberi pernyataan bahwa mereka akan lebih memerhatikan pendapat dan cita-cita para penggemar mereka.

“Kami mendapatkan undangan untuk berpartisipasi dalam proyek Perserikatan Mighty dengan niat ikhlas untuk menghadirkan kompetisi Eropa terbaik bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia dan demi kepentingan terbaik klub dan penggemar kami sendiri,” tulis AC Milan dalam laman resminya.

“Perubahan tidak selalu mudah, tetapi evolusi diharapkan untuk kemajuan, dan struktur sepak bola Eropa telah berkembang dan berubah selama beberapa dekade.”

“Namun, bunyi dan keprihatinan para penggemar di seluruh dunia telah diungkapkan dengan terang perihal Perserikatan Mighty, dan AC Milan harus peka terhadap bunyi mereka yang menyukai olahraga yang luar biasa ini.”

“Kami akan terus bekerja keras untuk menghadirkan mannequin sepak bola yang berkelanjutan,” tutup pernyataan AC Milan.

Ilustrasi 12 klub penggagas European Super League.

TWITTER.COM/FCBVIJ

Ilustrasi 12 klub penggagas European Mighty League.

Baca Juga: Florentino Perez: Klub yang Mundur Belum Bayar Denda, European Mighty League Masih Stand-By

Adapun Juventus mengklaim proyek tersebut ketika ini memilki kesempatan terbatas untuk diselesaikan.

“Dalam konteks ini, sementara Juventus tetap yakin akan kesehatan proyek olahraga, komersial dan ethical premis, percaya bahwa ketika ini ada kesempatan yang terbatas bahwa proyek diselesaikan dalam bentuk yang semula dipahami,” tulis Juventus.

“Juventus tetap berkomitmen untuk mengejar penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan seluruh industri sepak bola,” lanjut pernyataan tersebut.

Editor : Ade Jayadireja
Sumber : soccer italia,Juventus.com,acmilan.com