Faktor Produksi Kapital: Pengertian, Jenis, dan Contohnya thumbnail

KOMPAS.com – Ada empat jenis faktor produksi dalam sektor ekonomi, yakni sumber daya alam, sumber daya insan, modal dan keahlian. Empat faktor produksi ini memiliki karakteristiknya masing-masing.

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sumber daya alam atau faktor produksi alam adalah segala bentuk sumber daya yang ada di alam dan mampu digunakan oleh insan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ada dua jenis faktor produksi alam, yakni :

  1. Faktor produksi alam eksklusif
    Mampu eksklusif digunakan tanpa harus diolah terlebih dahulu. Contohnya udara dan sinar matahari.
  2. Faktor produksi alam tidak eksklusif
    Perlu pengolahan sebelum digunakan. Contohnya gasoline alam dan akibat tambang.

Sumber daya insan atau faktor produksi tenaga kerja adalah segala bentuk aktivitas insan, baik dalam bentuk fisik ataupun rohani. Tenaga kerja diharapkan untuk mengolah faktor produksi alam agar mampu digunakan.

Baca juga: Kapital: Defisini dan Jenis-Jenisnya

Kapital atau faktor produksi modal berkaitan dengan sesuatu yang mampu dimanfaatkan untuk menunjang proses produksi atau lain sebagainya. Kapital mampu hadir dalam bentuk uang, peralatan dan lain sebagainya.

Keahlian atau faktor produksi kewirausahaan berkaitan dengan keahlian seseorang dalam merencanakan, mengorganisir, mengatur tenaga kerja atau menggabungkan banyak sekali faktor produksi alam menjadi produk baru.

Faktor produksi modal

Kapital memiliki peran yang sangat penting dalam kegiatan ekonomi, khususnya pengolahan produksi. Kalau tidak ada modal, maka proses produksi menjadi terhambat atau tidak mampu dilakukan.

Kapital mampu didapatkan secara berdikari, misalkan dengan bekerja atau menabung. Namun, juga mampu didapatkan dari bantuan pihak lain, misalkan dengan meminjam ke bank.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Namun, dalam proses produksinya Indonesia membutuhkan bantuan dari pihak lain. Contohnya investor dari dalam dan luar negeri.

Menurut Wulan Ayodya dalam Buku UMKM 4.0 (Taktik UMKM Memasuki Era Digital) (2020), ada tiga jenis modal atau capital, yaitu:

Kapital berdasarkan sumber modalnya 

Jenis modal ini dibagi menjadi dua, yakni:

  1. Kapital interior
    Kapital ini bersumber dari dana yang dimiliki oleh perjuangan tersebut. Contohnya modal dari akibat penjualan atau pendapatan yang masuk ke kas. Kapital ini susah digunakan untuk pengembangan perjuangan karena bersifat terbatas.
  2. Kapital eskternal
    Kapital ini bersumber dari pihak lain di luar perjuangan tersebut. Contohnya modal yang didapat dari pinjaman bank dan kreditur. Kapital ini juga mampu didapat dari investor yang menanamkan modalnya ke perjuangan tersebut.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Kapital berdasarkan fungsinya 

Jenis modal ini dibagi menjadi dua, yakni:

  1. Kapital perseorangan
    Kapital ini dimiliki perseorangan, berfungsi untuk memudahkan aktivitas ekonomi serta memberi keuntungan kepada pemiliknya. Contohnya saham, deposito, properti eksklusif, dan lain sebagainya.
  2. Kapital sosial
    Kapital ini dimiliki masyarakat, berfungsi untuk memberi keuntungan pada masyarakat khususnya dalam proses produksi. Contohnya fasilitas umum, mirip jalan raya, pasar, transportasi umum, pelabuhan, dan lain sebagainya.

Kapital berdasarkan wujudnya 

Jenis modal ini dibagi menjadi dua, yakni:

  1. Kapital aktif atau modal konkret
    Kapital ini mampu dilihat secara kasatmata atau memiliki wujud aslinya. Contohnya mesin produksi, tanah, gudang, peralatan, dan lain sebagainya.
  2. Kapital pasir atau modal tak berbentuk
    Kapital ini tidak mampu dilihat secara kasatmata atau tidak memiliki wujud asli. Namun, modal ini sangat berperan penting dalam kegiatan ekonomi. Contohnya hak cipta, keterampilan tenaga kerja, dan lain sebagainya.

Baca juga: Kapital Ventura: Definisi, Jenis Pembiayaan, dan Manfaatnya

Kapital berdasarkan sifatnya 

Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), jenis modal ini dibagi menjadi dua, yakni:

  1. Kapital tetap
    Kapital ini mampu dimanfaatkan secara berulang kali. Namun, terkadang dalam penggunaanya membutuhkan perawatan secara bersiklus. Contohnya mesin produksi, tanah, gedung, komputer dan lain sebagainya.
  2. Kapital lancar
    Kapital ini hanya mampu dimanfaatkan sekali saja. Kalau ingin menggunakannya kembali mampu membeli bahannya atau mengambil dari alam. Contohnya bahan bakar untuk mesin, kertas untuk produksi, bahan mentah makanan, dan lain sebagainya.