Cerita Penyelundupan 25 Kg Sabu-sabu dari Sebatik ke Balikpapan, Diangkut Bahtera Cepat Selama 4 Hari Halaman all thumbnail

SAMARINDA, KOMPAS.com – Kepolisian Kawasan (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) menangkap lima pelaku jaringan narkotika jenis sabu dengan barang bukti sebanyak 25 kilogram di Kota Balikpapan, Jumat (7/5/2021) lalu.

Barang haram itu diangkut oleh tiga kurir dari Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sabu itu diduga dipasok dari Malaysia.

Baca juga: Kisah Pengemis yang Raup Rp 18 Juta Per Bulan, Mampu Bangun Rumah dan Beli Sepeda Motor

Diangkut dengan perahu cepat

Ilustrasi speedboatKOMPAS.com/MASRIADI Ilustrasi speedboat

Kapolda Kaltim Irjen Herry Rudolf Nahak mengatakan, tiga tersangka kurir berinisial ROAN (45), ROS (48), dan S (22) mengangkut sabu menuju Balikpapan menggunakan perahu cepat sewaan.

Mereka diberi upah Rp 50 juta per orang oleh seorang pesuruh di Pare-pare, Sulawesi Selatan.

Bahtera cepat itu disewa di Wakatobi, lalu menuju Pulau Sebatik dengan agenda kembali singgah Balikpapan, kemudian ke Pare-pare.

Rute Sebatik – Balikpapan memakan waktu sekitar empat hari semenjak ketiga bertolak dan agenda tiba di Balikpapan, Jumat (7/5/2021).

“Mereka tidak singgah ke mana-mana sebelum tiba ke tujuan di Balikpapan,” ungkap Herry ketika menggelar siaran pers di Balikpapan, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Bebas dari Penjara, Mantan Petinggi Sunda Empire Ingin Diangkat Jadi Duta Bangsa dan Selesaikan Konflik KKB

Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi Polisi

Aksi tercium petugas

Ketiga kurir itu menumpuk sabu kemasan hijau bertuliskan aksara China sebanyak 25 bungkus di bagian sudut perahu cepat.

Rencananya di Balikpapan, dua tersangka inisial AAT (23) dan RAA (23) bersiap mendapatkan barang itu dengan pembagian, 12 kilogram dibawa ke Samarinda, dan 13 kilogram menuju Pare-pare.

Rupanya, aksi jaringan ini sudah tercium lama oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim.

Semenjak Maret 2021, Polda Kaltim sudah membuntuti gerak-gerik dan komunikasi para pelaku.

Dua bulan kemudian, agenda itu baru dieksekusi.

“Kenapa mereka baru ambil, karena mereka memastikan terlebih dahulu pembeli. Kita sudah ikuti gerak-gerik kelompok ini semenjak Maret,” ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Komisaris Besar Rickynaldo Chairul.

Baca juga: Detik-detik Kendaraan beroda empat Rombongan Kapolres dan Brimob di Papua Tiga Kali Ditembaki OTK

Ketika sandar eksklusif ditangkap

Ilustrasi penangkapan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi penangkapan.

Saat hari mulai gelap pada Jumat (7/5/2021), petugas dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim sudah siap.

Mereka berjaga-jaga di Pantai Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.

Sekira pukul 21.00 Wita, muncul sebuah perahu cepat membawa 25 bungkus sabu diawaki tiga orang. Ad interim dua lainnya siap menjemput di sekitar pantai.

Ketika perahu berlabu aparat eksklusif membekuk. Kelimanya tak berkutik. Eksklusif digiring menuju Polda Kaltim malam itu juga.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tiga tersangka yang menjemput sabu di Sebatik atas perintah seseorang yang ada di Pare-pare.

Karenanya, setelah stok di Balikpapan, ketiga tersangka dengan perahu cepat itu akan bertolak ke Pare-pare.

“Kita akan kejar siapa penyandang dana dan otak pengedar,” tegas Kapolda Herry.

Baca juga: Kisah Carliana, Mantan TKI yang Nekat Mudik, 6 Tahun Tak Jumpa Anak, ATM Terblokir di Taiwan

ilustrasi narkobashutterstock ilustrasi narkoba

Diduga jaringan internasional

Dilihat dari kemasan, Herry menerka ada jaringan internasional yang terlibat. Karena, bungkus hijau bertuliskan aksara China, seperti dengan tangkapan Badan Narkotika Nasional (BNN) beberapa waktu lalu.

”Makanya perlu diselidiki lebih jauh, kenapa mereka ambil sabu di Sebatik,”  ucap Herry.

Dalam catatan Polda Kaltim, tangkapan 25 kilogram sabu ini adalah yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya pernah tujuh kilogram.

Jumlah pasokan yang masuk ke Kaltim sebanyak itu, kata Herry, sebagai bukti bahwa Kaltim dianggap sebagai pasar potensial aliran narkoba karena jumlah penggunanya lumayan banyak.

Karena itu, untuk memutus rantai perlu keterlibatan semua pihak.

“Kami minta kepada masyarakat yang melihat ada pengguna atau aliran segera melapor polisi,” imbau Herry.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Geser Kadis Kesehatan Sumut, Ada Apa?

Polisi telusuri otak kejahatan

Tentang penulusuran otak di balik tangkapan 25 kilogram sabu masih dalam penelusuran polisi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Komisaris Besar Rickynaldo Chairul mengaku sudah mengantongi beberapa nama yang diduga kuat terlibat.

“Kita masih lakukan pengembangan. Butuh waktu untuk mengamankan jaringan ini,” ungkap dia.

Ad interim, lima tersangka di tahan di Polda Kaltim, dijerat UU Nomor 35/2009 perihal Narkotika Pasal 114 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.