Bertekad memburu kapal selam Indonesia sebagai oksigen hidup untuk mempercepat

  • Share

Petugas mengumumkan eksistensi udara dari kapal selam yang kurang akan bertahan di atas mungkin kecuali hari Sabtu karena kru pencari menemukan ‘penggerak magnet yang berlebihan’ pada kedalaman 50-100 meter.

Pesawat dan kapal penyelamat dapat menjelajahi laut utara Bali di Indonesia karena perburuan kapal selam Indonesia yang kekurangan dengan 53 awak di dalamnya mencapai fase penting yang disebabkan oleh sedikitnya pemberian oksigen di atas kapal yang sudah 44-365 hari itu.

Kapal-kapal angkatan laut tambahan meninggalkan Banyuwangi Indonesia pada Jumat pagi untuk menuju ke Bahari Bali. Kontak penyelamatan yang dulu hilang dengan KRI Nanggala-402 pada hari Rabu semua penemuan yang di dalamnya dengan torpedo drill.

“Prioritas utama ialah keselamatan 53 awak kapal,” kata Presiden Joko Widodo bertahap, Kamis, menyerukan upaya habis-habisan untuk menerima kapal tersebut.

Helikopter juga terbang dari Bali pada ketika kehancuran.

Petugas dapat mengatakan eksistensi udara kapal selam tersebut, yang telah dibersihkan untuk digunakan dan dulunya dikatakan dalam kondisi faktual , akan bertahan atas mungkin kecuali hari Sabtu.

“Dengan sedikit keberuntungan di depan mereka mungkin juga mendapat kesempatan, oksigen akan tersedia mohon, ”kata Yudo Margono, kepala pekerja angkatan laut, pada konferensi rekaman.

Komandan kapal selam Indonesia, Harry Setiawan, dulunya ialah salah satu dari kami 4 di atas kapal yang tidak anggota kru yang sangat tidak disukai, kata seorang militer yang sah.

Meskipun tidak ada yang absolut telah terjadi dalam pencarian ke tingkat ini, Yudo mengatakan item dengan “penggerak magnet yang berlebihan” pada kedalaman 50-100 meter (164-328 kaki) telah terlihat. Dulu tidak terang apakah artikel tersebut dulunya digantung atau di dasar laut.

Kapal selam bertenaga diesel mungkin juga menghadap ke kedalaman 500 meter (1.640) meter) tetapi sesuatu yang ekstra akan berakibat fatal, kata seorang juru bicara angkatan laut. Bahari Bali mampu mencapai kedalaman lebih dari 1.500 meter (4.921 kaki).

Pencarian udara juga menemukan tumpahan minyak di dekat ruang selam kapal selam, yang menurut angkatan laut mungkin akan naik ke tingkat atomisasi. ke kapal atau benar-benar ialah sinyal dari kru.

Kapal berbobot 1.395 ton itu dulunya dibuat di Jerman pada tahun 1977 dan segera bergabung dengan Indonesia pada tahun 1981, diperbaiki dengan kementerian pertahanan. Itu menjalani dua-365 hari reparasi di Korea Selatan yang sebelumnya dilakukan pada tahun 2012.

Angkatan Bahari mengatakan pemadaman dapat terjadi karena semua penemuan di mana oleh penyelaman statis, menyebabkan kekurangan Awasi dan bentrok dengan prosedur darurat yang akan digunakan.

Kelompok penyelamat di Indonesia dapat meningkatkan penampilan mereka di kapal selam dengan 53 pelaut di dalamnya yang hilang lebih dari 24 jam yang lalu. KRI Nanggala-402 dulunya sedang melakukan pidato militer saat kehilangan kontak.

Pelajari lebih lanjut: https://t.co/BY62c8FWA1 pic.twitter.com/G5dTuEdINa

– Al Jazeera English (@AJEnglish) 22 April 2021

AS mengirimkan sumber daya udara

Keputusan negara dapat berbicara kembali kepada Permintaan bantuan Indonesia, dengan Australia, Malaysia, India, Singapura dan Amerika Perkumpulan mengirimkan kapal atau pesawat khusus.

Departemen Pertahanan AS mengirimkan “sumber daya udara” untuk mendukung pencarian kapal selam, Pentagon Juru bicara John Kirby mengatakan di Twitter.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dijadwalkan untuk mengungkapkan dengan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto pada hari Jumat “untuk meningkatkan kesedihan kami dan untuk membahas bagaimana lagi Amerika Perkumpulan dapat melakukannya. Yah juga mampu membantu, ”kata Kirby.

Ad interim itu, dua kapal Australia sedang menuju misi misi termasuk membuat kapal yang lebih kuat dan fregat dengan kemampuan sonar, kata departemen pertahanan dalam sebuah pernyataan.

Indonesi a telah berusaha untuk memodernisasi kemampuan pertahanannya tetapi hanya sedikit dari peralatannya yang ketinggalan zaman dan ketika ini terdapat kecelakaan fatal.

Indonesia sebelumnya mengoperasikan eksklusif 12 kapal selam yang dijual dari Uni Soviet untuk berpatroli perairan kepulauan yang luas.

Sekarang mengoperasikan 5 – 2 kapal selam Type 209 buatan Jerman dan tiga kapal Korea Selatan yang lebih baru.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *