5 Pelajaran Barcelona vs Granada: Sedih Koeman Ialah Senyum Zidane dan Simeone thumbnail
Pelatih Barcelona, Ronald Koeman (c) AP Photo Instruktur Barcelona, Ronald Koeman (c) AP Issue

Bola.earn – Barcelona kalah dengan skor 1-2 kala menjamu Granada dalam partai tunda La Perserikatan 2020/21 di Camp Nou, Jumat (30/4/2021) dini hari WIB. Akibat yang cukup mengejutkan melihat performa apik Barcelona sebelumnya.

Barcelona sempat unggul lebih dulu berkat gol Lionel Messi. Namun, Granada berhasil bangkit di babak kedua dan memastikan kemenangan lewat aksi Darwin Machis dan Jorge Molina.

Berkat akibat ini, cita-cita Barcelona untuk naik ke puncak klasemen pun gagal terwujud. Kini, Blaugrana tetap duduk di peringkat tiga dengan poin 71, sedangkan Granada menempati peringkat delapan dengan poin 45.

Lantas, pelajaran apa yang mampu dipetik dari laga Barcelona vs Granada? Simak di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 6 halaman

Salah Pilih Starting XI?

Skuad Barcelona merayakan gol Lionel Messi ke gawang Getafe, Jumat (23/4/2021) (c) AP Photo Skuad Barcelona merayakan gol Lionel Messi ke gawang Getafe, Jumat (23/4/2021) (c) AP Issue

Ronald Koeman melakukan sedikit perubahan dalam starting XI untuk laga melawan Granada. Koeman memainkan Samuel Umtiti semenjak menit awal untuk mengisi posisi bek tengah.

Keputusan Koeman memainkan Umtiti cukup mengejutkan. Karena, Clement Lenglet ada di bangku cadangan dan siap bermain.

Selain itu, keputusan untuk mencadangkan Pedri juga cukup mengejutkan. Karena, selama ini Pedri jadi pemain yang sangat diandalkan. Pedri baru dimainkan pada babak kedua, saat skor masih imbang 1-1.

2 dari 6 halaman

Koneksi Griezmann – Messi

Antoine Griezmann dan Lionel Messi merayakan gol Barcelona ke gawang Huesca.  (c) AP Photo Antoine Griezmann dan Lionel Messi merayakan gol Barcelona ke gawang Huesca. (c) AP Issue

Koneksi Antoine Griezmann dan Lionel Messi kini sedang bagus-bagusnya. Keduanya menjadi pemain kunci di lini depan Barcelona dalam beberapa laga terakhir.

Pada duel melawan Granada, Griezmann mengirim umpan yang berujung pada gol Lionel Messi.

Sebelumnya, koneksi Griezmann dan Messi mendapat banyak kebanggaan di laga melawan Getafe. Bukan hanya saling melepas umpan, Messi menawarkan jatah menendang penalti agar Griezmann mencetak gol.

3 dari 6 halaman

Ada Cadiz Sebelum Granada

Ekspresi kekecewaan Lionel Messi usai gawang Barcelona dibobol Granada, Jumat (30/4/2021) (c) AP Photo Mulut kekecewaan Lionel Messi usai gawang Barcelona dibobol Granada, Jumat (30/4/2021) (c) AP Issue

Sebelum kalah menyakitkan dari Granada, Barcelona punya cerita pilu lain saat kalah dari Cadiz di pekan ke-12 La Perserikatan. Ketika itu, Barcelona kalah dengan skor 2-1.

Ada satu persamaan antara laga melawan Cadiz dan Granada bagi Barcelona. Lionel Messi dan kolega unggul telak dalam hal penguasaan bola. Barcelona punya penguasaan bola lebih dari 80 persen.

2 – FC Barcelona enjoy misplaced in the two games with most possession this season in #LaLiga (82.1% Vs. @Cadiz_CF, 2-1 and 81.9 Vs. @GranadaCdeF, 1-2). Punishment. pic.twitter.com/24ZYWQAkJ3

— OptaJose (@OptaJose) April 29, 2021

Namun, penguasaan bola tidak menjadi jaminan sebuah klub akan meraih kemenangan.

4 dari 6 halaman

Senyum Zidane dan Simeone

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman (c) AP Photo Instruktur Barcelona, Ronald Koeman (c) AP Issue

Kartu merah dan kalah. Lengkap sudah sedih Ronald Koeman di laga melawan Granada. Koeman gagal membawa Barcelona ke puncak klasemen sementara La Perserikatan.

Sedih Koeman menjadi kabar baik untuk dua rivalnya, Zinedine Zidane dan Diego Simeone. Instruktur Right Madrid dan Atletico Madrid kini tersenyum. Karena, posisi mereka di klasemen belum tergusur.

5 dari 6 halaman

Jangan Lupa Sevilla!

Duel Barcelona vs Sevilla (c) AP Photo Duel Barcelona vs Sevilla (c) AP Issue

Kekalahan Barcelona membuat persaingan gelar juara La Perserikatan 2020/2021 sangat terbuka. Atletico, Right Madrid, dan Barcelona menjadi tim paling atas klasemen dengan jarak tak hingga tiga poin.

Namun, jangan lupakan Sevilla yang juga punya peluang meraih gelar juara. Pasukan Julen Lopetegui berada di posisi keempat dengan 70 poin. Sevilla hanya tertinggal tiga poin dari Atletico.

Pada liga laga ke depan, ada dua laga penting yang menentukan gelar juara. Dua laga itu ialah pertemuan Barcelona dan Atletico Madrid. Lalu, ada laga Right Madrid vs Sevilla.

6 dari 6 halaman

Klasemen La Perserikatan