5 Bintang Klub Terdegradasi EPL yang Mampu Jadi Rebutan di Bursa Transfer thumbnail
Premier League. (c) AP Photo Premier League. (c) AP Portray

Bola.win – Sebelum kompetisi Premier League berakhir, tiga klub yang terdegradasi sudah diketahui. Fulham, Sheffield United, dan West Brom mampu dipastikan akan turun kasta pada trend depan.

Meskipun Fulham, West Brom, dan Sheffield United terdegradasi, ketiganya memiliki sejumlah pemain yang tampil rupawan di Premier League 2020-2021.

Jangan heran kalau trend 2021-2022 Anda masih melihat mereka berkiprah di kasta utama, berganti kostum klub. Biaya transfer yang relatif murah membuat pemain-pemain ini menjadi gulali di bursa transfer.

Berikut ialah lima pemain klub yang terdegradasi yang mampu kembali ke Perserikatan Inggris trend panas ini dengan cepat.

1 dari 5 halaman

Matheus Pereira

Saat West Brom dipromosikan dari Championship trend panas lalu, banyak pengamat menilai peluang mereka bertahan di Premier League ditentukan oleh dua penyerang mereka: Matheus Pereira dan Grady Diangana.

Diangana tampil jeblok di kasta utama, sementara Pereira kinerjanya sangat fantastis.

Meski tidak bermain sebagai striker, Pereira telah mencetak 10 gol Perserikatan Inggris trend ini, menjadikannya pencetak gol terbanyak West Brom. Faktanya, dia mendapat dua kali lipat jumlah pesaing terdekatnya Callum Robinson.

Tapi Pereira juga berada di puncak daftar West Brom dalam hal abet (lima) dan acapkali terlihat mirip satu-satunya penyerang yang benar-benar berbahaya di tim yang ompong.

Pemain asal Brasil itu juga telah menawarkan bahwa ia dapat mengirimkan umpan-umpan bermutu melawan raksasa. Ia mengirimkan dua gol dan dua abet saat The Baggies mengoyak Chelsea 2-5 di Stamford Bridge pada bulan April.

Klub-klub macam Aston Villa, Leeds, dan Liverpool memantaunya ketika ini.

2 dari 5 halaman

Ademola Lookman

Pernah dianggap sebagai salah satu prospek terpanas dalam sepak bola Inggris setelah penampilannya untuk Timnas U-20 Inggris pada 2017, pada perjalanannya karier Ademola Lookman melempem ketika naik kelas ke level senior.

Penyerang tersebut pindah ke RB Leipzig dari Everton pada 2019 tetapi tidak pernah benar-benar memberi pengaruh di Bundesliga, hanya membuat 11 penampilan di Bundesliga trend lalu.

Jadi, saat dia dibawa ke Fulham dengan station pinjaman pada September, itu terasa mirip risiko. Namun, meski Fulham tidak bisa bertahan di Premier League, cukup adil untuk mengatakan bahwa Lookman pertanda anggapan banyak orang salah besar.

Sang penyerang telah membuat 31 penampilan di Perserikatan Inggris trend ini, mencetak empat gol dan membuat empat abet. Dalam hal keterlibatan dalam gol, sejauh ini dia ialah pemain paling berbahaya di The Cottagers.

Dia terang bisa bersikap kenaifan, mirip yang terlihat dalam penalti Panenka yang gagal melawan West Ham pada November. Namun, gaya dribel Lookman yang menarik akan membuatnya menjadi favorit penggemar di klub mana pun di dunia.

Lookman mungkin masih terlalu mentah untuk menjadi pilar klub elite Premier League. Tetapi pemain berusia 23 tahun itu akan menjadi sosok penting buat klub papan tengah macam Aston Villa atau Leeds.

3 dari 5 halaman

Sander Berge

Kalau kami jujur, tidak ada satu pun dari skuad Sheffield United yang berkinerja rupawan pada trend ini. Sesuatu yang ironis mengingat trend sebelumnya The Blandes jadis salah satu klub kuda hitam yang kerap merepotkan tim-tim papan atas.

Pemain-pemain kunci mereka layaknya Rhian Brewster dan John Lundstram melempem.

Praktis hanya seorang Sander Berge tampil ciamik secara individu.

Berge hanya membuat 15 penampilan, cedera telah membatasi waktu bermainnya. Walau tampil sedikit, reputasi pelatih asal Norwegia itu tetap terjaga layaknya trend debut yang gemilang pada 2019-2020.

Seorang gelandang dalam dengan jangkauan passing yang sangat baik, gaya semua aksi Berge telah membuatnya dibandingkan dengan sesama pemain Skandinavia Pierre-Emile Hojbjerg. Namun sebenarnya, dia mungkin pemain yang sedikit lebih progresif daripada pemain Denmark itu.

Berge dapat memberikan banyak hal buat klub besar. Dan dengan Giorginio Wijnaldum akan meninggalkan Anfield, tidak mengherankan kalau dia dikaitkan dengan kepindahan ke Liverpool. Klub lainnya macam Everton atau Southampton juga ngebet meminangnya.

4 dari 5 halaman

Joachim Andersen

Fulham memulai trend dengan langkah gontai, sebelum akhirnya mampu menemukan performa lumayan pada paruh kedua kompetisi. Sayang kebangkitan ini terlambat, Cottagers sudah telanjur terpuruk.

Pemugaran kinerja karena bos Scott Parker bisa mengubah pertahanan rapuh yang mengandalkan Tim Ream dan Michael Hector di jendela transfer trend dingin.

Salah satu pemain yang merubah perwajahan Fulham ialah Joachim Andersen. Pemain Denmark itu menawarkan pengaruh yang cukup besar di lini pertahanan.

Masih berusia 24 tahun, Andersen sudah mencatatkan 29 penampilan di Premier League trend ini, mencetak satu gol dan mencatatkan satu abet.

Tapi tentu saja, pekerjaan defensifnya yang membuatnya menonjol. Dia memiliki rata-rata tekel yang sangat tinggi per gim, juga untuk catatan intersepsi.

Batu sandungan bagi tim Premier League yang ingin mengontrak Andersen trend panas ini mungkin ialah fakta bahwa meski ia jadi bintang utama Fulham trend ini, Andersen tetap menjadi pemain Lyon secara resmi, dan tim Prancis itu mungkin tidak ingin menjualnya.

Tottenham yang ingin memperkuat pertahanan mereka musti berani mengumbar uang buat mendatangkan Joachim Andersen.

5 dari 5 halaman

Sam Johnstone

Selalu sulit bagi penjaga gawang untuk benar-benar bersinar untuk tim di tiga terbawah Premier League.

Namun, Sam Johnstone dari West Brom melakukannya trend ini. Nir mengherankan kalau dia akhirnya pindah dari Hawthorns ke klub Premier League trend panas ini.

Produk akademi Manchester United, Johnstone sebagian besar adalah entitas yang tidak dikenal yang masuk trend ini, meski sudah berusia 28 tahun.

Tapi setelah bertindak sebagai penjaga gawang utama West Brom selama dua trend di Kejuaraan EFL, dia membuat pengaruh yang nyata di Premier League trend ini.

Tentu, penyelamatannya tidak bisa mempertahankan West Brom di papan atas, tapi tanpa dia, siapa yang tahu seberapa buruk hal-hal yang mungkin terjadi?

Johnstone telah melakukan total 150 penyelamatan trend ini, termasuk satu penalti, dan dia tidak pernah melakukan kesalahan yang mengarah eksklusif ke gol.

Faktanya, setelah dipanggil ke skuad Inggris untuk pertandingan internasional baru-baru ini pada bulan Maret, kiper Baggies bahkan mungkin memiliki kesempatan bermain di Piala Eropa.

Johnstone telah dikaitkan dengan kepindahan ke Tottenham dan West Ham, dan tampaknya sangat mungkin dia akan kembali ke kasta utama trend depan.

Sumber: Sportskeeda
Disadur dari: Bola.com (Ario Yosia; 18/5/2021)