2 terluka di Maryland menangkap, tersangka Angkatan Bahari tewas di milisi berbahaya: Pejabat thumbnail

Penembak diidentifikasi sebagai korpsman sentra kesehatan Angkatan Bahari.

6 April 2021, 10: 56 PM

7 mnt Baca

Dua dari kami terluka setelah penangkapan di dekat Fort Detrick di Frederick, Maryland, pada Selasa pagi.

Polisi diketahui sebagai bahaya penembak aktif pada pukul 8: 20 pagi di ruang Riverside Tech Park, kata Kepala Polisi Frederick Jason Lando.

Saat petugas tiba di kawasan kejadian, mereka menemukan dua pria dewasa terluka. Para korban diterbangkan dengan helikopter ke Baltimore, kata Lando. Satu di antara korban dibebaskan Selasa sore, sementara yang lainnya masih dalam kondisi penting, kata TNI AL.

Tersangka 38 tahun yang dikukuhkan Humas TNI AL menjadi TNI AL. petugas sentra kesehatan, kemudian melakukan perjalanan ke Fort Detrick terdekat dan menjadi karena fakta ini ditembak dan dibunuh oleh personel yang berbahaya, kata polisi. Tersangka telah ditempatkan di Fort Detrick, petugas berbahaya menyarankan ABC News.

Polisi mengidentifikasi penembak sebagai Fantahun Girma Woldesenbet.

Lando mengatakan bahwa tersangka tinggal di Frederick, namun tidak lagi menjadi anggota milisi berbahaya, dan bahwa dia ialah anggota aktif Angkatan Bahari.

Polisi mengatakan tersangka punah sepucuk senapan untuk memenuhi menangkap, namun tidak mau menyebutkan senapan atau kaliber apa.

Kapolsek mengatakan bahwa satu korban masih dalam kondisi penting, namun banyak sekali macam akan dilepas lusa hari ini.

Kedua pelaut yang terluka ialah korps puskesmas dan rekan kerja penembak, menurut Tommy Lamkin, juru bicara Naval Medical Compare Heart. Ketiganya bekerja di Direktorat Perbandingan Pertahanan Organik milik Naval Medical Compare Heart. Lamkin tidak akan berspekulasi perihal sifat relasi antara tersangka dan korban.

“Taraf fokus penting pengungkapan ialah pada bantuan korban sehingga ditentukan bahwa anggota keluarga menjuntai properti di pasar untuk konseling, “kata Lamkin. “Untuk mendukung tim yang menjadi di sana dan yang terpengaruh. Pengungkapan ini berpusat pada membiarkan penyelidikan terjadi.”

Pihak berwenang tidak lagi mencari-cari untuk melakukan investasi pada motif, pada benang itu menjadi awal dalam penyelidikan.

“Kami tidak akan lagi membicarakan aspek ini di sini. Sekali lagi, itu berkepala dingin di bawah penyelidikan tapi itu akan Jadilah untuk mengembara salah satu dari banyak persoalan yang kita pisahkan bersama dalam jam dan hari untuk kembali, “kata Brigadir Jenderal Michael Talley, yang adalah komandan total di berbahaya.

Lando lebih lanjut dilengkapi elemen yang agak ekstra pada pengejaran, mengumumkan itu menjadi sekitar empat menit antara ketika tersangka memasuki bahaya sampai ketika ia dinetralkan. Polisi telah mengeluarkan BOLO untuk mobilnya dan dia dihentikan untuk diinterogasi di pintu masuk pertama. Pada tingkat itu Woldesenbet membuat cetak birunya mengelilingi para penjaga dan melaju ke Fort Detrick, membuatnya setengah dari 1 mil lebih cepat daripada terpojok. Dia kemudian ditembak oleh kekuatan respons cepat berbahaya dan menyerah pada luka-lukanya setelah 20 menit upaya untuk membangun keberadaannya.

Brigadir Jenderal Michael Talley, yang adalah komandan total di Yang berbahaya, mengatakan bahwa total lot menjadi dilakukan “buku teks.”

“Dan untuk mengembara, dalam penghentian, Nir diragukan lagi dihindari, cedera ekstra dan kerugian ekstra,” katanya .

Talley mengatakan tidak ada luka yang menjuntai pada banyak sekali jenis berbahaya selain tersangka.

Pihak berwenang mengatakan waktu kejadian ini ialah Mengasyikkan di atas benang mereka bekerja sampai penembak aktif skala gemuk yang berlatih di berbahaya minggu depan.

“Prioritas nomor 1 kami ialah keselamatan kami sendiri,” kata AS Komandan Detik Benteng Garnisun Angkatan Bahari Kolonel Dexter Nunnally. “Penanggap darurat kami dilatih dengan baik untuk sebagian besar kemungkinan ini dan respon cepat dari polisi milisi kami memungkinkan kami untuk mengatasi risiko ini dengan cepat.”

Kepala polisi mengatakan itu ialah beberapa menjauhkan diri dari “adegan yang sangat aktif” dan tidak lagi mencari untuk menyentuh motif.

“Masyarakat umum tidak lagi menderita, semua orang terlihat aman. Nir ada petugas yang terluka, dan tidak ada cedera yang dialami para pengamat, “kata Lando.

Polisi Fort Detrick dan Frederick sedang menyelidiki insiden tersebut.

Saat Talley diminta oleh Rachel Scott dari ABC News apakah dia telah melihat relaksasi sebesar ini di Fort Detrick, totalnya menjawab tidak.

“Ya, sederhana saja celaka, bahwa itu memang terjadi, namun mengingat apa yang terjadi, Anda menghormati pengembaraan di seluruh negeri, “kata Talley. “Kami sama tajamnya dengan kami.”

Kepala polisi selanjutnya menyarankan kepada ABC News bahwa ini ialah insiden berlisensi di zaman sekarang ini.

“Hargai aku katakan pagi ini, setiap kali Anda membuka isu, mungkin ada satu hal yang menghargai hal ini. Ketika ini terjadi di Frederick, seminggu yang lalu, itu terjadi di Boulder, Anda hormati, tampaknya itu disayangi setiap hari jadi semua agenda kita yang berhasil ialah, apakah kita berada di milisi dan penegak hukum sipil menilai kemampuan kita untuk menjawab. “


ABC News