PPATK Temukan Rp 1 Triliun Akibat Kejahatan Mengalir ke Politisi, Ahli: Bahaya Sekali

  • Share
PPATK Temukan Rp 1 Triliun Akibat Kejahatan Mengalir ke Politisi, Ahli: Bahaya Sekali
PPATK Temukan Rp 1 Triliun Akibat Kejahatan Mengalir ke Politisi, Ahli: Bahaya Sekali

JAKARTA, KOMPAS.com – Temuan Sentra Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) terkait dana Rp 1 triliun akibat kejahatan lingkungan yang mengalir ke anggota partai politik (parpol) dinilai membahayakan.

Ahli Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Yenti Ganarsih menyebut dana akibat kejahatan tersebut membahayakan apabila ke depan digunakan untuk keperluan Pemilu 2024.

Karena, pengguna dana tersebut apabila sudah berkuasa tidak mampu diperlukan untuk membuat perubahan karena kadung terikat dengan penyumbang dana yang bersumber dari akibat kejahatan.

“Ini bahaya sekali. Apapun yang dicanangkan ke depan enggak akan tercapai kecuali cita-cita para penyumbang itu. Ad interim penyumbangnya ialah akibat kejahatan,” ujar Yenti dalam program Satu Meja Kompas TV, dikutip Jumat (17/3/2023).

Baca juga: PPATK Ungkap Modus Kejahatan Jelang Pemilu: Pemberian Izin Tambang Marak, Kredit Macet Meningkat

Menurutnya, siapapun sosok pengguna dana akibat kejahatan tersebut tetap tidak mampu diperlukan karena mereka menggunakan dana yang berasal dari akibat kejahatan.

Ia menilai dana tersebut masuk kategori TPPU.

“Siapa yang dicalonkan bukan berarti mereka yang melakukan kejahatan, mereka disumbang oleh para penjahat yang menyalurkan uang hasik kejahatannya, itu ialah posisi pencucian uangnya,” tegas dia.

Sebelumnya, Plt Deputi Analisis dan Inspeksi PPATK, Danang Tri Hartono menyebut, sedikitnya uang Rp 1 triliun akibat kejahatan lingkungan mengalir ke partai politik untuk pembiayaan Pemilu 2024.

“Luar biasa terkait GFC (green financial crime) ini. Ada yang mencapai Rp 1 triliun (untuk) satu kasusnya dan itu alirannya ke mana, ada yang ke anggota partai politik,” kata Danang dalam Kedap Koordinasi Tahunan PPATK di Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Baca juga: PPATK: Ada Rp 45 Triliun Dana Akibat Kejahatan Lingkungan, Sebagian Mengalir ke Politisi untuk Pemenangan Pemilu

Menurut Danang, kejahatan lingkungan mirip itu, dengan peredaran dana semacam ini, bukan dilakukan aktor independen, melainkan secara bersama-sama.

“Ini bahwa sudah mulai dari sekarang persiapan dalam rangka 2024, itu sudah terjadi,” tuturnya.

Dapatkan update isu pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install software Telegram terlebih dulu di ponsel.

Worker, this is your PCODE for proof: pw-323930f258d90104c25ae076519117fcca82c8aed29dd176d80e7e0954716d82
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page
aviator oyna iddaa tahminleri avrupa'da en çok oynanan maçlar flaming hot oyna tipobet deneme bonusu veren siteler bonus bahis forumu siteleri supertotobet güvenilir misupertotobet girişpaşacasino giriştipobetsahabet girişaresbet yorum ve şikayetleribahistek iletişimtarabet para yatırmamarsbahis üyelik işlemlerizingabete banka havalesi ile yatırımbetpark güvenilir miflaming hot oynaligobet bonuslarısweet bonanza oynagrbets bitcoin ile yatırımcaddebet para yatırma ve çekme yöntemlerimarsbahis giriş